Minggu, 09 November 2014


GePamungkas.jpg

Biografi Ge Pamungkas (id.wikipedia.org/wiki/Ge_Pamungkas) ABANG GUE :_))

Genrifinadi Pamungkas (nama panggung sebagai Ge Pamungkas; lahir di Jakarta, Indonesia, 25 Januari 1989; umur 25 tahun) adalah seorang pelawak tunggal Indonesia. Ia dikenal setelah menjuarai Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV season kedua pada tahun 2012. Ge bersama rekan-rekannya Boris Bokir, Gilang Bhaskara, Isman, dan Randhika Djamil pada waktu itu adalah peserta yang mewakili kota Bandung di acara kompetisi tersebut. Dirinya akhirnya berhasil menembus grand final dan berhadapan dengan Gilang, rekannya satu kota perwakilan dan berhasil menjadi juara. Ge dikenal dengan kemampuan act out nya saat membawakan materi Stand Up di panggung, dan mampu menirukan berbagai macam suara dengan berbagai ekspresi, sehingga beberapa orang memberinya julukan comic 1000 suara. Ge yang asli dari Bandung ini merupakan alumni SMA Al-Izhar Pondok Labu dan Sarjana dari Jurusan Hubungan Internasional Universitas Parahyangan Bandung angkatan 2006

Acara TV ::
  1. Stand Up Comedy Indonesia (Kompas TV) Sebagai Juara 1 pada SUCI 2 tahun 2012, dan co-host pada tahun 2013
  2. Malam Minggu Miko (Kompas TV) sebagai Roy dalam episode Webcam Bareng Disty dan episode Webcam Disty Lagi di season 2 (2013)
  3. #KEPO (Kompas TV) sebagai Host(2014)
  4. Comic Story ( Kompas TV ) Sebagai pemeran di Geng Ganteng bersama Joshua Suherman dan Alphi Sugoi
Filmografi ::
Menjadi ketua geng kapak ungu
Tour Stand Up ::

  • 3GP Tour : 3 sisi Ge Pamungkas (2013)
3GP Tour

Biodata ::

Nama lahir Genrifinadi Pamungkas
Nama lain Ge Pamungkas
Lahir 25 Januari 1989 (umur 25)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Pekerjaan Pelawak tunggal, Pemeran
Tahun aktif 2012—sekarang
Hubungan Orissa P. Sofyan
Akun Twitter @gepamungkas                                                           
 Akun Path : Genrifinadi "GE" Pamungkas
Nama Fanbase : GeRoupies Indonesia (@GeRoupies_INA)

Ini abang gue lohhhhh :*<3 :))))

Belajar menjadi comic di stand up comedy Part 1




langkah-langkah untuk masuk ke dunia Stand Up Comedy :


1. Perhatikan dan pelajari dari Profesional


2. Kumpulkan bahan untuk penampilan anda


3. Jadikan bahan anda menjadi materi rutin stand up


4. Cari tempat untuk tampil


5. Hasilkan uang dari kelucuan anda

(klik semua tahap untuk penjelasan nya)


Postingan ini gue ambil dari status twitternya @radityadika. Cuma mau share buat teman-teman yang belum baca. Semoga bermanfaat. :)
Hari ini gue mau ngobrolin aspek lain yg sebenarnya penting untuk dipelajari dalam standup comedy, yaitu: #persona.
Banyak yg temen2 yg udah bicara soal teknik standup comedy, spt bang @ramonpapana @ismahs @notaslimboy dll. Gue ngobrolin #persona aja deh.
Sebelum gue mulai ngobrolin soal #persona, gue mau ngasih tau istilah2 standup comedy, biar nyambung gitu. Ihihihihi.
Comic = orang yg melakukan standup comedy. #persona
Bit = sebuah lelucon dalam sebuah set materi seorang standup comedian. #persona
Delivery = cara seorang comic menyampaikan bit-nya atas panggung. #persona
Nah, persona secara harafiah berarti "social mask", topeng sosial. Dipakai jg sbg istilah untuk 'karakter' dlm pertunjukan teater. #persona
Persona, dalam konteks standup comedy mengacu pada aura, karakter panggung seorang comic. Topeng yg dia pakai di atas panggung. #persona
Jadi, persona seorang comic adalah topeng apa yang dia pakai di atas panggung. Apakah dia org yg sinis? Pemarah? Heboh? #persona
Persona seorang comic tidak serta-merta merupakan kepribadian asli dia. Bisa jadi karakter yg dia ingin mainkan. #persona
Persona berkaitan erat, dgn delivery materi seorang comic, tapi sebenarnya tidak terbatas pada itu saja. #persona
Persona didapatkan dari gesture, ekspresi muka, gaya berpakaian, sampai emosi yg dibawakan di atas panggung. #persona
Comic yg baik yg personanya kuat, sehingga berbeda dari comic lainnya. You don't have to be better, you just have to be different. #persona
Contoh2 comic keren dgn persona keren. Persona oracle (pemberi pencerahan) pada George Carlin. Dia seperti berceramah di panggung. #persona
…atau bisa jadi pemarah, sinis, dan penggerutu seperti Larry David. Dia sering marahin penonton dari atas panggung! #persona
…atau sebagai pemerhati yg dingin seperti Jerry Seinfeld. Bajunya rapih, tutur katanya terstruktur jelas, banyak jeda bicara. #persona
…atau sebagai orang yg anew dan out of place seperti Zach Galifianakis. Rambutnya acak adut, sering bengong di atas panggung. #persona
…atau sebagai seseorang yg manic, heboh, hiperaktif, seperti Dane Cook. Sering loncat di atas panggung, teriak2, banyak main suara. #persona
Idealnya, persona berkaitan dengan bit seorang comic.. #persona
..seorang comic yg bitnya ttg kutubuku, kalau personanya juga kekutubukuan, pasti jadi lebih mantep.#persona
..Contoh, gue nonton @shanibudi (coba youtube), bitnya ttg kutubuku, personanya yg ditampilkan di panggung juga kekutubukuan.. #persona
..pembawaan @shanibudi rada canggung, delivery-nya lambat. Bajunya ada lambang superhero di dadanya. Persona: kutubuku. Komplit. #persona
Persona seorang comic bisa lahir dgn sendirinya, terbawa oleh bit yg dia pakai. Atau dipersiapkan dengan matang secara sadar. #persona
Bagi seorg comic yg beruntung, mereka bisa nemu sendiri persona yg unik hanya dgn main dari panggung ke panggung.. #persona
..Namun, ada beberapa comic yg sampai skrg bahkan personanya gak keluar. Ini sayang banget. Dia akan terlihat sama dgn comic2 lain. #persona
Jadi, jika mau jadi comic yg dapat dilihat berbeda, mulai sekarang tentukan persona panggungnya mau seperti apa. #persona
Cari kekuatan dan kelemahan dan ciri pribadi yang kita punya, lalu tentukan persona apa yg mau di-develop. #persona
Contohnya: persona yg males, di panggung matanya sayu, delivery-nya males2an. Atau yg kebapakan, baju rapih, delivery-nya hangat. #persona
Kalau kita sudah menentukan persona, maka gesture, baju, dan delivery harus diperhatikan agar sesuai dgn persona tersebut. #persona
Persona bisa dimulai dari yg dekat dgn diri sendiri. Jangan pake persona rockstar kalau sebenernya suka nangis denger musik mellow. #persona
Semakin unik persona yg kita punya (misal: anak gym naif), akan semakin membedakan kita dengan comic lain. #persona
Cara menajamkan persona hanya dengan banyak2 naik panggung, semakin sering stand up, semakin terbentuk persona kita. #persona
Kalau udah ketemu persona-nya, maksimalkan agar membekas di kepala penonton. Ini akan semakin memisahkan kita dari comic lain. #persona
Persona is what makes you unique as a comic. Remember, you don't need to be better, you just need to be different. :) #persona #selesai

 Sumber : belajarjadicomic.blogspot.com
Thanks udah baca posting gue yang ini :)

Rabu, 22 Oktober 2014

KOTA PONTIANAK
23 Oktober 1771

Kota Pontianak adalah ibu kota Provinsi Kalimantan Barat di Indonesia. Kota ini juga dikenal dengan nama 坤甸 (Pinyin: Kūndiàn) oleh etnis Tionghoa di Pontianak.
Kota ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis lintang nol derajat bumi. Di utara kota ini, tepatnya Siantan, terdapat Tugu Khatulistiwa yang dibangun pada tempat yang dilalui garis lintang nol derajat bumi. Selain itu, Kota Pontianak juga dilalui Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia dan Sungai Landak. Sungai Kapuas dan Sungai Landak yang membelah kota disimbolkan di dalam logo Kota Pontianak.


Asal Nama Kota Pontianak
Nama Pontianak yang berasal dari Bahasa Melayu ini dipercaya ada kaitannya dengan kisah Syarif Abdurrahman yang sering diganggu oleh hantu Kuntilanak ketika beliau menyusuri Sungai Kapuas. Menurut ceritanya, Syarif Abdurrahman terpaksa melepaskan tembakan meriam untuk mengusir hantu itu sekaligus menandakan di mana meriam itu jatuh, maka di sanalah wilayah kesultanannya didirikan. Peluru meriam itu jatuh di dekat persimpang Sungai Kapuas dan Sungai Landak, yang kini dikenal dengan nama Kampung Beting.

Sejarah
Masa Pendirian
 Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie pada hari Rabu, 23 Oktober 1771 (14 Rajab 1185 H) yang ditandai dengan membuka hutan di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal. Pada tahun 1778 (1192 H), Syarif Abdurrahman dikukuhkan menjadi Sultan Pontianak. Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Masjid Jami' (kini bernama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman) dan Istana Kadariah yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur.

Sejarah Pendirian Menurut VJ. Verth

Sejarah pendirian kota Pontianak yang dituliskan oleh seorang sejarawan Belanda, VJ. Verth dalam bukunya Borneos Wester Afdeling, yang isinya sedikit berbeda dari versi cerita yang beredar di kalangan masyarakat saat ini.
Menurutnya, Belanda mulai masuk ke Pontianak tahun 1194 Hijriah (1773 Masehi) dari Batavia. Verth menulis bahwa Syarif Abdurrahman, putra ulama Syarif Hussein bin Ahmed Alqadrie (atau dalam versi lain disebut sebagai Al Habib Husin), meninggalkan Kerajaan Mempawah dan mulai merantau. Di wilayah Banjarmasin, ia menikah dengan adik sultan Banjar Sunan Nata Alam dan dilantik sebagai Pangeran. Ia berhasil dalam perniagaan dan mengumpulkan cukup modal untuk mempersenjatai kapal pencalang dan perahu lancangnya, kemudian ia mulai melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda.
Dengan bantuan Sultan Pasir, Syarif Abdurrahman kemudian berhasil membajak kapal Belanda di dekat Bangka, juga kapal Inggris dan Perancis di Pelabuhan Pasir. Abdurrahman menjadi seorang kaya dan kemudian mencoba mendirikan pemukiman di sebuah pulau di Sungai Kapuas. Ia menemukan percabangan Sungai Landak dan kemudian mengembangkan daerah itu menjadi pusat perdagangan yang makmur. Wilayah inilah yang kini bernama Pontianak.

Kolonialisme Belanda dan Jepang
 Pada tahun 1778, kolonialis Belanda dari Batavia memasuki Pontianak dengan dipimpin oleh Willem Ardinpola. Belanda saat itu menempati daerah di seberang istana kesultanan yang kini dikenal dengan daerah Tanah Seribu atau Verkendepaal.

Pada tanggal 5 Juli 1779, Belanda membuat perjanjian dengan Sultan mengenai penduduk Tanah Seribu agar dapat dijadikan daerah kegiatan bangsa Belanda yang kemudian menjadi kedudukan pemerintahan Resident het Hoofd Westeraffieling van Borneo (Kepala Daerah Keresidenan Borneo Barat) dan Asistent Resident het Hoofd der Affleeling van Pontianak (Asisten Residen Kepala Daerah Kabupaten Pontianak). Area ini selanjutnya menjadi Controleur het Hoofd Onderafdeeling van Pontianak atau Hoofd Plaatselijk Bestuur van Pontianak.
Assistent Resident het Hoofd der Afdeeling van Pontianak (semacam Bupati Pontianak) mendirikan Plaatselijk Fonds. Badan ini mengelola eigendom atau kekayaan Pemerintah dan mengurus dana pajak. Plaatselijk Fonds kemudian berganti nama menjadi Shintjo pada masa kependudukan Jepang di Pontianak.

Masa Stadsgemeente
 
Berdasarkan besluit Pemerintah Kerajaan Pontianak tanggal 14 Agustus 1946 No. 24/1/1940 PK yang disahkan menetapkan status Pontianak sebagai stadsgemeente. R. Soepardan ditunjuk menjadi syahkota atau pemimpin kota saat itu. Jabatan Soepardan berakhir pada awal tahun 1948 dan kemudian digantikan oleh Ads. Hidayat.[4]
Kemudian, pusat PPD ini dipindahkan ke Pontianak yang awalnya berasal dari Sanggau pada 1 November 1945[5] dan menjadi suatu wadah kebangkitan Dayak pada 3 November 1945, sekitar 74 hari setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Masa Pemerintahan Kota
 Pembentukan stadsgerneente bersifat sementara, maka Besluit Pemerintah Kerajaan Pontianak diubah dan digantikan dengan Undang-undang Pemerintah Kerajaan Pontianak tanggal 16 September 1949 No. 40/1949/KP. Dalam undang-undang ini disebut Peraturan Pemerintah Pontianak dan membentuk Pemerintah kota Pontianak, sedangkan perwakilan rakyat disebut Dewan Perwakilan Penduduk Kota Pontianak. Walikota pertama ditetapkan oleh Pemerintah Kerajaan Pontianak adalah Rohana Muthalib. Ia adalah seorang wanita pertama yang menjadi walikota Pontianak.

Masa Kota Praja
 Sesuai dengan perkembangan tata pemerintahan, maka dengan Undang-undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953, bentuk Pemerintahan Landschap Gemeente, ditingkatkan menjadi kota praja Pontianak. Pada masa ini urusan pemerintahan terdiri dari Urusan Pemerintahan Umum dan Urusan Pemerintahan Daerah.

Masa Kotamadya & Kota

Pemerintah Kota Praja Pontianak diubah dengan berdasarkan Undang-undang No. 1 Tahun 1957, Penetapan Presiden No.6 Tahun 1959 dan Penetapan Presiden No.5 Tahun 1960, Instruksi Menteri Dalam Negeri No.9 Tahun 1964 dan Undang-undang No. 18 Tahun 1965, maka berdasarkan Surat Keputusan DPRD-GR Kota Praja Pontianak No. 021/KPTS/DPRD-GR/65 tanggal 31 Desember 1965, nama Kota Praja Pontianak diganti menjadi Kotamadya Pontianak, kemudian dengan Undang-undang No.5 Tahun 1974, nama Kotamadya Pontianak berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak.[4]
Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah di Daerah mengubah sebutan untuk Pemerintah Tingkat II Pontianak menjadi sebutan Pemerintah Kota Pontianak, sebutan Kotamadya Potianak diubah kemudian menjadi Kota Pontianak.

Pemerintahan

Kota Pontianak dipimpin oleh seorang wali kota. Saat ini Walikota Pontianak dijabat oleh H. Sutarmidji, S.H., M.Hum. dengan Paryadi, S.Hut. sebagai wakilnya. Keduanya merupakan wali kota dan wakil wali kota pertama yang dipilih langsung setelah, dengan dukungan PPP dan PKPI, memenangkan 34,5% suara pada Pilkada 2008 lalu, mengalahkan enam pasangan kandidat lainnya.[6] Hingga kini Kota Pontianak pernah dipimpin oleh:[4]
No. Nama Status Wilayah Tahun Pemerintahan
1 R. Soepardan Syahkota Pontianak 1947–1948
2 Ads. Hidayat Burgemester Pontianak 1948–1950
3 Ny. Rohana Muthalib Burgemester Pontianak 1950–1953
4 Soemartoyo Kotapraja 1953–1957
5 A. Muis Amin Kotapraja/Kotamadya Pontianak 1957–1967
6 Siswoyo Kotamadya Pontianak 1967–1973
7 Muhammad Barir, S.H. Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak 1973–1978
8 T.B. Hisny Halir Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak 1978–1983
9 H. A. Majid Hasan Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak 1983–1993
10 R.A. Siregar, S.Sos. Kotamadya Daerah Tingkat II Pontianak 1993–1999
11 dr. H. Buchary Abdurrachman Kota Pontianak 1999–2008
12 H. Sutarmidji, S.H., M.Hum. Kota Pontianak 2008–sekarang
Perwakilan

DPRD Kota Pontianak terdiri atas 45 anggota. Berdasarkan Pemilihan Umum 2009, DPRD Kota Pontianak terdiri dari 45 anggota yang enam di antaranya merupakan perempuan. Ke-45 anggota itu berasal dari 15 partai politik yang tergabung ke dalam delapan fraksi. Saat ini, DPRD Kota Pontianak diketuai oleh Drs. Hartono Azas L., M.B.A. yang berasal dari Partai Demokrat.[7][8]
DPRD Kota Pontianak 2009-2014[7][8]
Fraksi Partai Kursi
Fraksi Demokrat DEMOKRAT.gif Partai Demokrat 8
Pds.gif PDS 1
Fraksi Golkar Logo GOLKAR.jpg Partai Golkar 5
Fraksi PDI-P PDIPLogo.png PDI-P 5
Fraksi PKS PKS Logo.svg PKS 4
Fraksi PPP PPP.gif PPP 4
PPD.gif PPD 2
Fraksi PAN Logo Partai Amanat Nasional.jpg PAN 4
Fraksi Hanura HANURA.jpg Partai Hanura 3
PKNU.jpg PKNU 2
Fraksi Reformasi PBR.jpg PBR 3
Pkb.jpg PKB 1
PKPB.gif PKPB 1
Bulan Bintang.jpg PBB 1
Logo partai buruh.jpg Partai Buruh 1
Jumlah 45
Geografi & Pembagian Administratif
Kota Pontianak terletak pada Lintasan Garis Khatulistiwa dengan ketinggian berkisar antara 0,1 sampai 1,5 meter diatas permukaan laut. Kota dipisahkan oleh Sungai Kapuas Besar, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Landak. Dengan demikian Kota Pontianak terbagi atas tiga belahan.
Struktur tanah kota merupakan lapisan tanah gambut bekas endapan lumpur Sungai Kapuas. Lapisan tanah liat baru dicapai pada kedalaman 2,4 meter dari permukaan laut. Kota Pontianak termasuk beriklim tropis dengan suhu tinggi (28-32 °C dan siang hari 30 °C).
Rata–rata kelembaban nisbi dalam daerah Kota Pontianak maksimum 99,58% dan minimum 53% dengan rata–rata penyinaran matahari minimum 53% dan maksimum 73%.[9]
Besarnya curah hujan di Kota Pontianak berkisar antara 3.000–4.000 mm per tahun. Curah hujan terbesar (bulan basah) jatuh pada bulan Mei dan Oktober, sedangkan curah hujan terkecil (bulan kering) jatuh pada bulan Juli. Jumlah hari hujan rata-rata per bulan berkisar 15 hari.[9]
Secara administratif, kota Pontianak dibagi atas enam kecamatan, yaitu Pontianak Selatan, Pontianak Timur, Pontianak Barat, Pontianak Utara, Pontianak Kota, dan Pontianak Tenggara, yang kemudian dibagi lagi menjadi 29 kelurahan.
Kependudukan

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000, penduduk Kota Pontianak berjumlah 554.764 jiwa, terdiri dari 277.971 (50,1%) laki-laki dan 276.793 (49,9%) perempuan.[10]
Suku bangsa penduduk Kota Pontianak terdiri dari Cina (31,2%), Melayu (26,1%), Bugis (13,1%), Jawa (11,7%), Madura (6,4%), Dayak, dan lainnya.[2]
Sebagian besar penduduk memeluk agama Islam (75,4%), sisanya memeluk agama Buddha (12%), Katolik (6,1%), Protestan (5%), Konghucu (1,3%), Hindu (0,1%), dan lainnya (0,1%).[1]
Hampir seluruh penduduk Kota Pontianak memahami dan menggunakan Bahasa Indonesia dalam berkomunikasi. Namun bahasa ibu masing-masing juga umum digunakan, antara lain Bahasa Melayu Pontianak, Bahasa Tiociu, Bahasa Khek, dan bahasa daerah lainnya.

Ekonomi
 Sebagian besar perekonomian kota Pontianak bertumpu pada industri, pertanian, dan perdagangan.

Perindustrian

Jumlah perusahaan industri besar dan sedang di Kota Pontianak yang telah terdata selama tahun 2005 adalah 34 perusahaan. Tenaga kerja yang diserap oleh perusahaan industri tersebut berjumlah 3.300 orang yang terdiri dari pekerja produksi 2.700 orang dan pekerja lainnya atau administrasi 600 orang. Perusahaan industri besar atau sedang yang terletak di Kecamatan Pontianak Utara menyerap tenaga kerja terbesar, yaitu 2.952 orang.
Nilai keluaran yang dihasilkan dari perusahaan industri besar atau sedang adalah sebesar 1,51 triliun rupiah, dimana perusahaan industri besar atau sedang yang berada di Kecamatan Pontianak Utara yang didominasi oleh perusahaan industri karet, sedangkan nilai keluaran yang terkecil berasal dari perusahaan yang terdapat di Kecamatan Pontianak Kota, senilai 2,85 miliar Rupiah.
Untuk Nilai Tambah Bruto (NTB) yang diperoleh dari seluruh perusahaan industri besar /sedang di Kota Pontianak selama tahun 2005 adalah sebesar 217,57 miliar Rupiah dan pajak tak langsung yang diperoleh adalah sebesar 462,78 juta Rupiah, sedangkan NTB atas Biaya Faktor yang diperoleh adalah sebesar 217,10 miliar Rupiah.
Jumlah unit usaha industri, tenaga kerja, besarnya nilai investasi dan nilai penjualan dari sentra industri kecil jenis Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan (IHPK) terlihat bahwa sentra industri kecil jenis IHPK terbanyak adalah usaha industri makanan ringan yang terpusat di Kelurahan Sungai Bangkong dengan tenaga kerja yang diserap sebanyak 329 orang, nilai investasinya mencapai 249,50 juta rupiah dan nilai penjualannya sebesar 780,50 juta rupiah. Sedangkan industri anyaman keladi air pada tahun 2005 ini hanya memiliki 16 unit usaha dengan nilai investasi 17,5 juta Rupiah dan nilai penjualan 110 juta Rupiah yang terletak di Tanjung Hulu, Pontianak Timur.

Pertanian

Pada tahun 2006, jenis tanaman pangan yang hasilnya paling besar adalah ubi kayu, padi, ubi rambat. Penduduk juga bertani sayuran dan lidah buaya. Tanaman buah-buahan yang banyak ada di Kota Pontianak adalah nangka, pisang, serta nanas.
Perternakan di kota Pontianak terdiri dari sapi (potong dan perah), kambing, babi, dan ayam (ras dan buras).

Perdagangan
 Perdagangan merupakan salah satu usaha yang berkembang pesat di Kota Pontianak. Perdagangan modern mulai berkembang pada tahun 2001 dengan berdirinya Mal Matahari Pontianak di Pontianak Kota. Pusat perbelanjaan modern mulai dibangun di berbagai sudut kota, seperti Mal Pontianak dan Ayani Mega Mall Pontianak (Pontianak Selatan). Berbagai perusahaan retail nasional mulai mendirikan usahanya di Pontianak.

Pendidikan
Perguruan Tinggi Swasta dan Negeri

Sekolah Menengah Atas (SMA)
 
Sekolah Menengah Pertama (SMP) *Negeri
SMPN 1 s/d 25 Kota Pontianak (Nomor Urut)

Pariwisata

Pariwisata Kota Pontianak didukung oleh keanekaragaman budaya penduduk Pontianak, yaitu Dayak, Melayu, dan Tionghoa. Suku Dayak memiliki pesta syukur atas kelimpahan panen yang disebut Gawai dan masyarakat Tionghoa memiliki kegiatan pesta tahun baru Imlek, Cap Go Meh, dan perayaan sembahyang kubur (Cheng Beng atau Kuo Ciet) yang memiliki nilai atraktif turis.
Kota Pontianak juga dilintasi oleh garis khatulistiwa yang ditandai dengan Tugu Khatulistiwa di Pontianak Utara. Selain itu kota Pontianak juga memiliki visi menjadikan Pontianak sebagai kota dengan pariwisata sungai.
Pontianak juga dikenal sebagai tempat wisata kuliner. Keanekaragaman makanan menjadikan Pontianak sebagai surga kuliner. Makanan yang terkenal antara lain:
  • Air Tahu dan Kembang Tahu, yang dikenal juga dengan susu soya
  • Bakcang (ketan yang dikukus dan diisi daging ayam, sawi asin, kacang tanah, dan ebi, terkadang ditambahkan lauk lainnya)
  • Bakpao (sejenis roti yang diisi dengan kacang hijau, ayam, sapi, atau babi)
  • Bubur Pedas
  • Chai Kwe (semacam pastel berisi bengkuang, kuchai, talas, atau kacang; ada yang dikukus dan ada yang digoreng)
  • Hekeng (daging goreng yang dibuat dari udang)
  • Hu Ju (tahu yang dengan kuah berwarna merah yang asin)
  • Ie atau Jan atau onde-onde (sup manis yang dibuat dari tepung kanji dengan bola-bola kecil berwarna merah dan putih)
  • Ikan asam pedas (sup ikan dengan bumbu asam-pedas)
  • Kaloci atau kue mochi (kue yang dibuat dari tepung kanji dan luarnya diselimuti kacang tanah, wijen, dan gula)
  • Keladi
  • Kengci Kwetiau (kwetiau goreng dengan lauk sayuran)
  • Ki Cang (ketan yang dikukus, digolongkan kue dan cara menikmatinya dengan menaburkan gula)
  • Kuan Chiang (sejenis sosis, berwarna merah kehitaman)
  • Kue Bulan atau Gwek Pia (kue yang diisi dengan kacang hijau)
  • Kwe Cap (sup dengan kulit babi, semacam kwetiau, tahu, kacang, dan kadang-kadang ditambah daging)
  • Kwe Kia Theng (sup dengan isi jeroan babi)
  • Kwetiau (sejenis mie, ada yang goreng dan kuah)
  • Lemang (ketan yang dibakar)
  • Lempok Durian
  • Minuman Lidah Buaya
  • Nasi Ayam (nasi campur dengan kuah khas dengan lauk ayam, babi, sayur asam, dan timun)
  • Nasi Capcai (nasi dengan banyak jenis sayur)
  • Pacri Nanas
  • Pekasam
  • Peng Kang (sejenis lemper, diisi ebi)
  • Pindang
  • Pwe Ki Mue atau bubur pesawat (bubur yang ditambahkan telur, daging babi, dan lemak dengan cita rasa khas)
  • Sambal Goreng Tempoyak
  • Tau Swan (sup kacang hijau ditambah potongan-potongan kue yang digoreng dan mirip kerupuk ca kue)
  • Sio Bi (seperti siomay, namun memiliki cita rasa tersendiri dengan sausnya yang juga berbeda rasanya)
  • Sotong Pangkong
  • Tun Koi (sup sari pati ayam dengan kunyit dan ginseng)
  • Yam Mi (sejenis mie namun sangat kecil dengan lauk khas di atasnya)

Hotel-hotel berbintang yang ada di pusat kota Pontianak adalah:
  • Hotel Aston (*4), Jl. Gajah Mada
  • Hotel Mercure (*4), Jl. A. Yani
  • Hotel Grand Mahkota (*4), Jl. Sidas
  • Hotel Kapuas Palace (*3), Jl. Imam Bonjol
  • Hotel Santika (*3), Jl. Diponegoro
  • Hotel Orchardz Gajah Mada (*3), Jl. Gajah Mada
  • Hotel Orchardz A. Yani (*3), Jl. Perdana
  • Hotel Kini (*3), Jl. Nusa Indah I
  • Hotel Peony (*3), Jl. Gajah Mada
  • Hotel Star (*3), Jl. Gajah Mada
  • Hotel Gajah Mada (*3), Jl. Gajah Mada
  • Hotel Garuda (*3), Jl. Veteran
  • Hotel Kapuas Dharma (*2), Jl. Imam Bonjol
  • Hotel Merpati (*2), Jl. Imam Bonjol
  • Hotel Grand Kartika (*2), Jl. Rahadi Oesman
  • Hotel Borneo, Jl. Merdeka
  • Hotel Orient, Jl. Tanjungpura
  • Hotel Queen, Jl. Hijas
  • Hotel 2000, Jl. Gajah Mada
  • Hotel 95, Jl. Imam Bonjol
Transportasi
Udara
Kota Pontianak melalui Bandar Udara Internasional Supadio terhubung dengan beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta, Batam, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta. Selain itu bandara ini juga mempunyai penerbangan internasional langsung ke Kuching, Kota Kinabalu, Singapura dan Brunei Darusalam. Dari Pontianak juga dapat dilayani penerbangan perintis ke kota kabupaten di Kalimantan Barat seperti Ketapang dan Putussibau. Bandar Udara Supadio terletak di luar Kota Pontianak tepatnya di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Laut dan Sungai
 Pelabuhan Pontianak dapat melayani kapal-kapal barang maupun penumpang. Dahulu melalui dermaga ini sering melayani kapal penumpang menuju Jakarta, Ketapang, Landak, Sanggau, dan Putussibau.
Darat
Sistem transportasi darat Kota Pontianak dilayani oleh minibus angkutan kota yang biasa disebut oplet, taksi, dan beberapa rute dilayani oleh bus kota. Sebagian besar rute dalam kota dilayani oleh oplet yang menghubungkan beberapa terminal. Untuk keberangkatan jalan darat ke luar kota dilayani di Terminal Batulayang.
Melalui jalan darat pula dilayani bus antar negara, yakni ke Kuching dan ke Brunei. Bus ini disediakan oleh berbagai penyedia layanan, termasuk DAMRI. Transportasi darat ke Malaysia menjadi mungkin melalui Jalan Lintas Kalimantan. Layanan imigrasi Indonesia-Malaysia dilaksanakan di Entikong, Kabupaten Sanggau.

Ini adalah posting gue yang ke-2, posting selanjutnya akan dipikirkan lagi...
Sekian dari gue, Wassalamualaikum Warahmatullahiwabarokatuh :)
Happy Birthday Pontianak City Ke-243 23 Oktober 1771-23 Oktober 2014
Semoga menjadi kota yang bersinar dan bisa menjadi kota yang aman, tentram, dan sejahtera :) AMIN

Selasa, 21 Oktober 2014

Pengertian PMR (Palang Merah Remaja)
 
Palang Merah Remaja (disingkat PMR) adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI, yang selanjutnya disebut PMR.Terdapat di PMI kota atau kabupaten di seluruh Indonesia, dengan anggota lebih dari 5 juta orang, anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.
Kebijakan PMI dan federasi tentang pembinaan Remaja bahwa :
  1. Remaja merupakan prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan.
  2. Remaja berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan.
  3. Remaja berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI.
  4. Remaja adalah kader relawan.
  5. Remaja calon pemimpin PMI di masa depan.
Palang Merah Remaja atau PMR adalah suatu organisasi binaan dari Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah ataupun kelompok-kelompok masyarakat (sanggar, kelompok belajar, dll.) yang bertujuan membangun dan mengembangkan karakter Kepalangmerahan agar siap menjadi Relawan PMI di masa depan.

Karakteristik PMR ::
  Bersih, Sehat, Kepemimpinan, Peduli, Kreatif, Kerjasama, Bersahabat dan Ceria.
  
Hak ::
 
  • Mendapatkan kartu tanda anggota.
  • Mendapatkan pembinaan dan pengembangan dari PMI.
  • Menyampaikan pendapat dalam forum pertemuan PMI melalui kegiatan atau rapat PMI.
  • Mendapatkan pengakuan dan penghargaan berdasarkan prestasi.
Kewajiban ::
  • Membayar iuran keanggotaan.
  • Melaksanakan Tri Bakti PMR.
  • Menjalankan dan membantu menyebarluaskan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional.
  • Mematuhi AD/ART PMI menjaga nama baik dan kehormatan PMI.
Peran & Fungsi PMR ::
 
Keterlibatan anggota remaja PMI dalam kegiatan Tri Bakti PMR disesuaikan dengan kompetensi dan ketertarikan mereka, serta kebutuhan PMI dan remaja. Dalam merancang dan melaksanakan kegiatan, mereka memerankan fungsi yang berbeda-beda.
  • PMR Mula berfungsi sebagai peer leadership, yaitu dapat menjadi contoh/model ketrampilan hidup sehat bagi teman sebaya.
  • PMR Madya berfungsi sebagai peer support, yaitu memberikan dukungan, bantuan, semangat kepada teman sebaya agar meningkatkan ketrampilan hidup sehat.
  • PMR Wira berfungsi sebagai peer educator, yaitu pendidik sebaya keterampilan hidup sehat.
Pendidikan & Pelatihan PMR ::
  Setiap anggota PMR wajib mendapatkan pelatihan sebelum terlibat dalam kegiatan Tri Bhakti PMR agar siap menjalankan peran dan fungsinya. setiap sesi pelatihan akan menguatkan karakter (kualitas positif) anggota PMR untuk meningkatkan ketrampilan hidup sehat dan menjadi calon relawan, anggota PMR tidak hanya tahu dan trampil, tetapi juga perlu memahami dan menerapkan yang telah mereka pelajari, dalam proses pelatihan. Proses pelatihan dapat dilakukan oleh PMI Kota/Kabupaten maupun Unit PMR, sesuai kurikulum yang telah ditetapkan. Waktu pelaksanaan menyesuaikan dengan kalender pendidikan, berintegrasi dengan kegiatan-kegiatan tertentu, maupun waktu-waktu yang telah disepakati bersama antara PMI Kota/Kabupaten, fasilitator/pelatih, dan anggota PMR.

Materi Pokok pelatihan PMR ::
 Gerakan Kepalang Merahan
  Cakupan materinya antara lain sejarah, lambang, kegiatan kepalangmerahan, penyebarluasan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional.
Kepemimpinan
  Cakupan materinya antara lain bekerjasama, berkomunikasi, bersahabat, menjadi pendidik sebaya, memberikan dukungan, menjadi contoh perilaku hidup sehat.
Pertolongan Pertama
  Cakupan materinya antara lain Menghubungi dokter/rumah sakit, melakukan pertolongan pertama di sekolah dan rumah, menolong diri sendiri.
Sanitasi & Kesehatan
  Cakupan materinya antara lain merawat keluarga yang sakit dirumah, perilaku hidup sehat, kebersihan diri dan lingkungan.
Kesehatan Remaja
  Cakupan materinya antara lain Kesehatan reproduksi, Napza, HIV/AIDS.
Kesiapsiagaan Bencana
  Cakupan materinya antara lain jenis bencana, cara-cara pencegahan, mempersiapkan diri, teman, dan keluarga menghadapi bencana.
Donor Darah
 
Cakupan materinya antara lain kampanye donor darah, merekrut donor darah remaja, mempersiapkan diri menjadi pedonor, mengadakan kegiatan donor darah pada saat wabah demam berdarah atau setelah kejadian bencana.
Pada awal pelatihan seluruh anggota PMR akan mendapatkan informasi mengenai cakupan materi dan tujuan yang akan dicapai. Pada tahap ini pelatih maupun fasilitator mengidentifikasi anggota yang baru pertama bergabung dengan PMR, dan anggota yang melanjutkan keanggotaannya (misalnya dari anggota PMR Mula melanjutkan ke PMR Madya). Anggota yang baru bergabung akan mengikuti proses pelatihan sejak awal, sedangkan yang melanjutkan keanggotaannya maka dapat dilibatkan sebagai asisten untuk membantu teman-temannya memahami materi. Suatu sistem penghargaan, pengakuan, pemantauan, dan evaluasi tingkat pengetahuan, keterampilan, pemahaman, dan sikap dirancang dalam bentuk syarat kecakapan PMR.
Setiap materi dan kegiatan saling terkait. Ketika belajar siaga banjir, maka akan belajar juga tentang Pertolongan Pertama pada luka atau sakit akibat banjir (diare, demam, akibat terbentur benda keras, luka lecet), sanitasi dan air bersih, bagaimana menerapkan 7 Prinsip dan kepemimpinan jika memberikan pertolongan, cara-cara menyelenggarakan aksi donor darah untuk korban banjir, belajar kandungan gizi yang tepat jika akan menyumbang bahan makanan, bagaimana menyelenggarakan acara-acara untuk menghibur remaja dan anak korban bencana.

Tri Bakti PMR
 
keterlibatan anggota PMR dalam berbagai kegiatan kepalangmerahan merupakan karya dan bakti nyata setelah mengikuti pelatihan serta pengakuan terhadap keberadaan dan kompetensi dalam meningkatkan kualitas anggota dan organisasi, serta memberikan jawaban atas berbagai minat bergabungnya remaja dengan PMI. Ada pun isi dari Tri Bhakti PMR adalah :
  1. Meningkatkan keterampilan hidup sehat.
  2. Berkarya dan berbakti di masyarakat.
  3. Mempererat persahabatan nasional dan internasional.
Jumbara PMR
  Jumbara atau Jumpa Bhakti Gembira PMR adalah salah satu kegiatan besar organisasi PMI disetiap tingkatan untuk pembinaan dan pengembangan PMR seperti halnya jambore pada organisasi Pramuka. Jumbara diadakan dalam setiap tingkatan PMI . Ada jumbara tingkat kecamatan, kabupaten/kota , provinsi dan Jumbara Nasional, di mana pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan PMI di wilayah yang bersangkutan.

 
Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional

Dalam PMR dikenalkan 7 Prinsip Dasar yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh setiap anggotanya. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama "7 Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional" (Seven Fundamental Principle of Red cross and Red Crescent).
  • Kemanusiaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah lahir dari keinginan untuk memberikan pertolongan kepada korban yang terluka dalam pertempuran tanpa membeda-bedakan mereka dan untuk mencegah serta mengatasi penderitaan sesama. Tujuannya ialah melindungi jiwa dan kesehatan serta menjamin penghormatan terhadap umat manusia. Gerakan menumbuhkan saling pengertian, kerja sama dan perdamaian abadi antarsesama manusia.
  • Kesamaan
Gerakan memberi bantuan kepada orang yang menderita tanpa membeda-bedakan mereka berdasarkan kebangsaan, ras, agama, tingkat sosial, atau pandangan politik. Tujuannya semata-mata ialah mengurangi penderitaan orang lain sesuai dengan kebutuhannya dengan mendahulukan keadaan yang paling parah.
  • Kenetralan
Gerakan tidak memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, ras, agama, atau ideologi.
  • Kemandirian
Gerakan bersifat mandiri, setiap perhimpunan Nasional sekalipun merupakan pendukung bagi pemerintah di bidang kemanusiaan dan harus menaati peraturan hukum yang berlaku di negara masing-masing, namun gerakan bersifat otonom dan harus menjaga tindakannya agar sejalan dengan prinsip dasar gerakan.
  • Kesukarelaan
Gerakan memberi bantuan atas dasar sukarela tanpa unsur keinginan untuk mencari keuntungan apapun.
  • Kesatuan
Di dalam satu Negara hanya boleh ada satu perhimpunan nasional dan hanya boleh memilih salah satu lambang yang digunakan Palang merah atau Bulan Sabit Merah. Gerakan bersifat terbuka dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah negara bersangkutan.
  • Kesemestaan
Gerakan bersifat semesta. Artinya, gerakan hadir di seluruh dunia. Setiap perhimpunan nasional mempunyai status yang sederajat, serta memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam membantu sama lain.

Sumber :: id.wikipedia.org/wiki/Palang_Merah_Remaja
Thanks buat yang udah baca, gue akan nge-post lagi sekali dalam seminggu, See you, Good Bye ! :) Wassalamu'alaikum Warahmatullahiwabarokatuh...

Silahkan Komentarnya Kaka :3